kita hidup di Negara yang menurut gw adalah Negara khayal. Gimana enggak? Di Negara ini banyak sekali hal-hal yang gak masuk akal dan seperti Cuma khayalan belaka. seperti misal kasus2 koruptor yangngabisin duit rakyat dengan bebasnya d padahal disaat yang bersamaan masih banyak rakyat yang kelaparan dan utang Negara yang menumpuk.
tapi gw bukan mau membahas tentang kasus- kasus diatas. karena ini Negara khayal jadi boleh-boleh aja kita berkhayal apapun. gw sempet berfikir gimana caranya biar Negara ini mampu menambah devisa Negara untuk nyicil utang yang makin numpuk. cara yang gw pikirin adalah dengan menerapkan pajak khayal dimana setiap orang yang berkhayal akan ditarik pajak yang nantinya diperuntukkan untuk bayar utang Negara. gw yakin kalo hal ini bisa mendatangkan banyak pendapatan. apa sebab? gw yakin semua orang di Negara ini pasti pernah bahkan sering sekali berkhayal tentang apapun. fakta ini didukung oleh media massa dalam hal ini televise yang setiap hari menyiarkan tayangan-tayangan yang gak bermutu dan hanya membuat penontonnya berkhayal setinggi langit. lihat saja tayangan sinetron yang setiap hari ada di layar tivi kita. disana isinya Cuma khayalan tingkat tinggi dari si pembuat film. gak ada film Indonesia yang menunjukkan semangat kerja keras. yang ada Cuma sisi borjuisme dan cenderung membuat masyarakat malas kerja dan Cuma mengkhayal aja kerjaannya tiap hari. masih gak percaya? Silakan buktikan. kebanyaknn film apalagi sinetron di Indonesia di awal atau di akhir ceritanya menuliskan “cerita ini hanya khayalan belaka, kesamaan cerita dan tokoh di dalam cerita merupakan suatu kebetulan yang tidak disengaja”.
nah dari sini ide pajak khayal muncul. dimana setiap orang yang kerjaannya hanya melamun dan berkhayal tiap hari akan ditarik pajak oleh pemerintah. misalkan saja untuk satu orang warga Indonesia yang berkhayal akan dikenai pajak sebesar 10ribu setiap tahunnya. bisa anda bayangkan kalo 200 juta penduduk Indonesia dikali 10ribu rupiah, Negara akan dapat tambahan devisa sebanyak 2 triliun rupiah. itu baru hitungan kasar. tentunya jumlah ini bisa meningkat lagi kalau pajak yang diminta semakin besar sesuai intensitas seseorang berkhayal. tentu dengan prosedur dan aturan yang jelas.
gw cukup yakin pajak khayal ini bisa membantu pemerintah dalam membayar hutang luar negeri Indonesia. minimal bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. lho kok bisa?coba anda pikir sekarang, kalo misal pajak ini jadi benar-benar diterapkan orang pasti akan menguarangi aktifitas berkhayalnya danakan semakin kerja keras gak Cuma berkhayal aja kerjaannya.
tapi sekali lagi ini Cuma khayalan dari seorang anak bangsa yang hidup di negeri khayal.
Rabu, 21 September 2011
Langganan:
Entri (Atom)

